Text
Perpustakaan SMKN 1 Badegan
Penilaian
0,0
dari 5Menunggu Beduk Berbunyi
Tuan Sharif terpaksa bekerja untuk Belanda karena ekonomi, kebutuhan keluarganya, dia pada akhir-akhirnya menjadi seorang Federalist, orang yang dibenci para pejuang kemerdekaan. Lebih dari itu, tidak hanya masyarakat yang membenci, anak yang sangat dicintainya pun ikut membenci, anak yang sangat dicintainya pun ikut membenci dirinya. Sharif sudah terperosok ke lubang yang begitu dalam. Dia sudah pasrah dengan keterpurukan dan tekanan batin. Disaat seperti itu, menunggu beduk berbunyilah yang kembali menyadarkan dirinya akan makna hidup.
Berlatar belakang masa penjajahan dan kemerdekaan, Hamka berhasil dengan apik menggelontorkan alur cerita ini dengan baik dan menarik sehingga seakan-akan kita kembali ke suasana era perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Selamat membaca.
Ketersediaan
| Lokasi | Kode Eksemplar | No. Panggil | Status |
|---|---|---|---|
| Perpustakaan Pusat (800) | 00581 | U 813 HAM m c.1 | Tersedia |
| Perpustakaan Pusat (800) | 00582 | U 813 HAM m c.2 | Tersedia |
| Perpustakaan Pusat (800) | 00583 | U 813 HAM m c.3 | Tersedia |
Informasi Detail
- Judul Seri
- -
- No. Panggil
- U 813 HAM m
- Penerbit
- Jakarta: Gema Insani, 2017
- Deskripsi Fisik
- x + 118 hlm, 12,2x18,3 cm
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 9786022503859
- Klasifikasi
- 813
- Tipe Isi
- -
- Tipe Media
- -
- Tipe Pembawa
- -
- Edisi
- -
- Subjek
- Novel
- Info Detail Spesifik
- -
- Pernyataan Tanggungjawab
- -
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah